Gencar Kembangkan Kelor Dinas Koperasi dan UMKM gelar Pelatihan Foto : Prokopim Parimo

Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kembangkan pengolahan daun kelor sebagai komoditi kearifan lokal kabupaten .

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parimo, Sofiana mengatakan, tujuan dari pelatihan sistem aplikasi pencatatan informasi keuangan dan pengolahan daun kelor bagi pelaku usaha ialah bagaimana para pelaku UMKM dapat memanfaatkan kelor sebagai salah satu tumbuhan serbaguna dalam pengembangan usaha UMKM mereka

“Sebanyak 35 orang pelaku UMKM yang berasal dari lima Kecamatan di Parimo yaitu, Kecamatan Kasimbar, Parigi Utara, Parigi Tengah, Parigi Barat dan Kecamatan Torue kami ikutkan dalam pelatihan ini “ terang Sofi

Ia menambahkan, dari 35 pelaku UMKM tersebut, sebagian diantaranya memiliki berprofesi sebagai petani kelor, sehingga terjadi keseimbangan antara pelaku UMKM murni dan petani kelor yang berada di Kabupaten Parigi Moutong

Kata dia, Dinas Koperasi dan UMKM saat ini melihat perkembangan kelor yang apabila diolah dengan baik dari segi mutu hingga kemasan produk akan memiliki nilai jual yang tinggi dipasaran

Saat ini, pihaknya terus berupaya agar kedepannya tumbuhan kelor ini menjadi prodak unggulan di kabupaten parimo.
Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Parigi Moutong Hj. Noorwachida Prihartini S Tombolotutu saat menutup kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari di hotel ludya kampal Rabu, 13/09 mengatakan bahwa tumbuhan kelor merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi apabila diolah dengan baik, selain tumbuhan kelor yang mengandung banyak antioksidan yang baik untuk kesehatan, kelor juga dapat diolah sebagai produk kecantikan dan berbagai produk lain

“ parimo mempunyai kualitas kelor yang baik dibanding daerah lain selain itu tumbuhan ini gampang tumbuhnya dan minim perawatan olehnya saya berharap para pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan ini mendapat ilmu tentang pengolahan kelor serta manajemen pengembangan produk kelor itu sendiri sehingga kualitas produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasaran “ kata Noorwachida.

Selain itu Ketua TP PKK tersebut juga mengungkapkan bahwa saat ini harga 1 Kg kelor mencapai angka Rp. 50.000 tentunya hal ini dapat menambah gairah masyarakat untuk menanam kelor olehnya ia mengajak para pelaku UMKM untuk dapat menginformasikan orang – orang disekitarnya agar dapat memanfaatkan daun kelor baik sebagai konsumsi harian maupun dijadikan produk olahan lainnya.

Sub. Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here